bingkisan dari sang pemilik kehidupan

Minggu, 01 Mei 2011

APLIKASI TI DALAM PELAYANAN INFORMASI, PENEMPATAN, DAN PENGEMBANGAN BK


APLIKASI TI DALAM PELAYANAN INFORMASI, PENEMPATAN, DAN PENGEMBANGAN BK

Informasi sangat penting bagi kehidupan manusia, apalagi pada zaman globalisasi ini yang menuntut manusia untuk selalu up to date dalam berbagai segi kehidupan agar tidak terinjak oleh kerasnya zaman. Menurut Noris,Hatch,Engelkels & Winborn  (Anisa, 2009) “menekankan bahwa informasi pendidikan meliputi data dan keterangan yang shahih dan berguna tentang kesempatan dan syarat-syarat berkenaan dengan berbagai jenis pendidikan yang ada sekarang dan yang akan datang“.
Hal ini berarti dalam dunia pendidikan sekalipun sangat memerlukan informasi dalam penyelanggaraan pendidikan formal. Pelayanan Informasi adalah suatu proses membantu seseorang dengan sarana yang tersedia untuk mendapatkan informasi yang orang butuhkan agar orang dapat memanfaatkannya dengan baik dan mengetahui perkembangan lingkungan sekitarnya bahkan seluruh dunia. Hal ini dapat menjadikan individu memiliki wawasan luas agar dapat membantu dirinya dalam memutuskan keputusan yang tepat baginya.
Menurut Nurzaeni, dkk (2011) Layanan informasi menjadikan (individu mandiri) memahami dan menerima diri dan lingkungan secara positif, objektif dan dinamis, mampu mengambil keputusan, mampu mengarahkan diri sesuai dengan kebutuhannya tersebut dan akhirnya dapat mengaktualisasikan dirinya.
Dalam pelayanan informasi BK dapat diterapkan TI yang merupakan bagian dari dukungan sistem pada komponen layanan BK di sekolah. Informasi apapun yang dapat mendukung perkembangan individu layak untuk disajikan kapada individu (siswa). Menurut Pearson (Nurzaeni, dkk., 2011)Data-data yang didapat melalui internet, dapat dianggap sebagai data yang dapat dipertanggungjawabkan dan masuk akal. Layanan informasi ini akan lebih tersebar luas jika menggunakan bantuan media TI, khususnya layanan komputer berbasis internet. Data yang berada pada internet pun ada yang merupakan data yang berkualitas ada pula yang kualitasnya kurang terjamin atau kurang masuk akal. Jadi, sebagai konselor seharusnya lebih memproteksi atau mengarahkan konseli dalam mencari informasi melalui internet.
Dengan media TI, konseli pun akan lebih mudah mengakses informasi dengan cepat dimanapun dan kapanpun. Bahkan konselor dapat meng-update wawasannya setiap saat. Konselor memang dituntut untuk selalu mengetahui informasi dan wawasan yang luas karena konselor dianggap menjadi media informasi bagi konseli. Sehingga penerapan atau aplikasi TI dalam pelayanan informasi BK dapat sangat membantu konselor dalam meng-update wawasannya dan memberikan pelayanan informasi kepada siswa.
Tentunya media TI juga memiliki dampak negatif jika penggunaannya disalah gunakan oleh penggunanya. Sehingga konselor harus lebih berhati-hati dalam menerapkan media TI agar dapat terhindar dari oknum-oknum yang berniat jahat. Bukan hanya itu pula, konselor juga dapat terbantu dalam mengawasi pergaulan dunia maya konseli dan apa saja informasi yang konseli akses.
Penerapan TI dalam layanan penempatan BK di sekolah lebih untuk membantu konselor dalam menyelenggarakan layanan BK di sekolah. Layanan BK yang dilakukan dapat mengetahui perkembangan konseli. Dalam pemutusan karir, konseli membutuhkan layanan penempatan putusannya untuk mengambil rencananya untuk masa depan. Media TI yang tepat untuk menjalankan layanan penempatan, yaitu instrumen ITP dan software ATP untuk mengetahui tingkat perkembangan konseli dan agar konseli dapat memahami dirinya. Setelah itu, konselor dapat mengarahkan konseli agar dapat memutuskan keputusan yang paling tepat sesuai kemampuan dirinya.
Penerapan atau aplikasi TI dalam pengembangan BK lebih mengarah pada pengembangan dari layanan dan penempatannya yang tetap fokus pada pengembangan potensi konseli. Penerapan atau aplikasi pengembangan dapat dilakukan apabila aplikasi penempatan dan pelayanannya telah terpenuhi karena dari hasil penempatan dan pelayanan konselor bisa mengetahui potensi dan kelemahan atau kekuatan yang dimilki konseli yang nantinya akan dikembangkan. Pengembangan layanan BK yang dibantu dengan TI akan lebih  berkembang dari pada menggunakan cara konvensional. Jadi, aplikasi pengembangan dapat diartikan sebagai pengembangan layanan lain atau pengembangan diri konseli itu sendiri.


DAFTAR PUSTAKA

Nurzaeni, Ulfah Siti, dkk. (2011). Aplikasi Teknologi Informasi dalam Pelayanan Informasi, Penempatan dan Pengembangan Bimbingan dan Konseling”. Makalah pada Mata Kuliah Teknologi Informasi dalam Bimbingan dan Konseling jurusan Psikologi Pendidikan dan Bimbingan UPI, Bandung.
Anisa, Niken Nur. (2009). “Teknologi Informasi dalam Bimbingan dan KonselingMakalah pada Mata Kuliah Teknologi Informasi dalam Bimbingan dan Konseling jurusan Psikologi Pendidikan dan Bimbingan UPI, Bandung.

APLIKASI TI DALAM EVALUASI DAN SUPERVISI BK


APLIKASI TI DALAM EVALUASI DAN SUPERVISI BK

Evaluasi adalah suatu proses penilaian secara bertahap dari suatu kegiatan yang sudah terlaksana, mulai dari sistem perencanaan kegiatan hingga hasil akhir dari sebuah kegiatan. Evaluasi bimbingan dan konseling merupakan suatu proses yang sistematis dalam mengumpulkan data dan informasi atau memonitoring mulai dari sistem perencanaan layanan hingga hasil layanan tersebut kemudian dianalisis untuk menentukan nilai, efektifitas, dan efisiensi dari suatu layanan BK yang sudah terlaksana.
Evaluasi dilaksanakan untuk mengetahui perkembangan yang signifikan, efektifitas dan efisiensi dari sebuah program layanan BK dan menilai perkembangan konseli ke arah yang lebih baik setelah melakukan layanan BK yang diberikan. Evaluasi dapat membantu konseli untuk memutuskan suatu keputusan yang tepat, dapat membantu konselor memperbaiki kekurangan program layanan BK yang telah dilaksanakan, meningkatkan kualitas layanan BK yang diberikan, mengembangkan profesionalitas konselor. Evaluasi sangat penting dilakukan tetapi kebanyakan orang menyepelekan kegiatan evaluasi ini. Evaluasi dapat dijadikan rekomendasi untuk kita melakukan suatu kegiatan agar lebih baik lagi dari sebelumnya.
Aspek yang dapat dievaluasi dari suatu layanan BK dapat dimulai dari perencanaan program yang sesuai dengan kebutuhan konseli, pelaksanaan sesuai dengan yang telah direncanakan, hambatan yang terjadi pada proses pemberian layanan, menilai konseli setelah diberikan layanan BK, dan menilai hasil dari suatu kegiatan layanan BK. Pada evaluasi BK lebih ditekankan dalam evaluasi proses pelaksanaan layanan, baik menilai perubahan konseli maupun pelaksanaan layanannya bahkan kinerja konselor yang bersangkutan.
Pelaksanaan evaluasi pula dapat dilakukan dengan menerapkan TI agar lebih mudah dan efisien. Beberapa software dari komputer banyak yang dapat digunakan untuk membantu melaksanakan evaluasi. Contohnya, software microsoft word yang digunakan konselor untuk mengetikan angket evaluasi atau catatan – catatan peristiwa selama berjalannya layanan BK, excel digunakan untuk menyimpan data yang telah dihimpun pada proses pelayanan berlangsung dan dapat dilihat kembali data yang telah disimpan sesuai dengan hasil dari layanan atau tidak, dan lain sebagainya.
Menurut Pratiwi, dkk (2011) Supervisi (akademik) merupakan kegiatan pembinaan yang direncanakan dengan memberi bantuan teknis kepada guru dan pegawai lainnya dalam melaksanakan proses pembelajaran, atau mendukung proses pembelajaran yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan profesional guru dan meningkatkan kualitas pembelajaran secara efektif.
Konselor juga merupakan bagian dari tenaga pendidik yang tertera pada UU SISDIKNAS. Supervisi BK memiliki makna pengembangan terhadap konselor agar lebih profesional dalam menjalankan tugas profesinya yang sesuai. Supervisi diberikan kepada guru BK untuk meningkatkan kualitas SDM guru BK tersebut agar layanan BK yang akan diberikan lebih berkualitas dan berimbas kepada konseli yang seharusnya memiliki perubahan sikap ke arah yang lebih baik setelah diberikan layanan BK yang berkualitas. Supervisi merupakan  kegiatan pembinaan yang berarti sebelum dilakukan supervisi maka dilakukan terlebih dahulu evaluasi kinerja dari konselor. Kemudian dicari hal yang masih kurang dalam diri konselor untuk menjadi lebih profesional, maka dilakukannya pembinaan untuk meningkatkan hal tersebut agar pelayanan yang konselor berikan pun akan makin berkualitas dan tentunya bermanfaat bagi konseli.
Penerapan TI pun semakin berarti dalam pelaksanaan evaluasi dan supervisi BK. Pembuatan angket atau instrumen lainnya untuk mengevaluasi dapat dibantu dengan penggunaan komputer, untuk memonitoring konseli yang sedang dalam pemberiana layanan BK dapat dibantu dengan media TI, seperti kamera CCTV yang terpasang pada kelas atau dengan internet dan mencari tahu pergaulan konseli pada dunia maya, untuk mengolah informasi atau data yang diperoleh untuk diolah lalu dinilai sebagai hasil evaluasi. Pada pelaksanaan supervisi dapat dibantu dengan CD tutorial bagi konseor agar dapat meningkatkan keterampilan dirinya, dibantu dengan power point untuk menyajikan materi.


DAFTAR PUSTAKA
Pratiwi, Aprillia, dkk. (2011). “Aplikasi TI dalam Evaluasi dan Supervisi BK”. Makalah pada Mata Kuliah Teknologi Informasi dalam Bimbingan dan Konseling jurusan Psikologi Pendidikan dan Bimbingan UPI, Bandung.

APLIKASI TI DALAM PEMELIHARAAN DATA BK


APLIKASI TI DALAM PEMELIHARAAN DATA BK

Aplikasi merupakan suatu tindakan penerapan atau penggunaan berbagai alat atau bidang tertentu. Teknologi adalah suatu alat atau media yang dapat mempermudah melakukan sesuatu. Informasi adalah suatu hasil dari pengolahan data lapangan yang disajikan dan dikemas lebih memiliki unsur pengetahuan. Jadi, Teknologi Informasi (TI) adalah media yang dapat terjadi suatu pengolahan data yang ada dan dapat menyajikan dengan lebih menarik. Pemeliharaan adalah suatu proses merawat atau menjaga sesuatu. Data adalah suatu keterangan dari keadaan yang nyata atau keadaan tertentu. Bimbingan dan Konseling (BK) adalah suatu hubungan antara konseli dan konselor dalam proses pemberian bantuan secara sistematis dan bertahap agar konseli dapat mengembangkan potensinya secara optimal.
Aplikasi TI atau penerapan TI dalam memelihara data yang bersangkutan dengan penyelenggaraan layanan BK, baik data konseli maupun data yang diperoleh dari hasil assesmen. Tujuan dilakukannya pemeliharaan data BK, yaitu untuk memperoleh data yang memiliki tingkat kualitas yang tinggi untuk kepentingan penyelanggaraan BK dan untuk mengetahui kebutuhan peserta didik dilihat dari data yang terhimpun.
Sebelum konselor memelihara data tentunya konselor harus menghimpun data terlebih dahulu. Jenis data biasanya terdiri dari data individu, kelompok bahkan data yang umum sifatnya. Data dapat dihimpun dalam bentuk buku data pribadi peserta didik, lembaran khusus, laporan kegiatan, dalam program komputer dan lain sebagainya.
Konselor menghimpun data dapat berfungsi juga untuk mengembangkan data dan menggunakannya. Konselor dalam memelihara data menggunakan asas kerahasiaan sehingga data apapun mengenai penyelenggaraan layanan BK harus dipelihara agar tidak tersebar atau hilang.
 Seharusnya tugas pemeliharaan data merupakan tugas staf administrasi BK tetapi kebanyakan pada kenyataannya bahwa tidak ada staf administrasi khusus untuk BK sehingga tugas ini dibebankan oleh konselor atau guru BK di sekolah.
Tahapan memelihara data BK, yaitu pertama merencanakan jenis data, bentuk cara menghimpun datanya, instrumen yang digunakan dan lain-lain, kedua masukan data dan klasifikasikan data menurut aspek atau bidang tertentu, memasukan data dapat menggunakan komputer sebagai aplikasi TI yang digunakan, yang ketiga mengevaluasi data yang disimpan akurat atau tidak dan lain sebagainya, lalu setelah dianalisis ditindak lanjuti data yang tersimpan apakah sesuai atau tudak, layak atau tidak, tersusun atau tidak, bermanfaat atau tidak, lengkap atau tidak, akurat atau tidak, untuk mendukung penyelenggaraan layanan BK di sekolah dan juga teknik pemeliharaannya dievaluasi mungkin terjadi kesalahan pada proses penghimpunan dan pemeliharaan data.  Setelah itu, hasil pemeliharaan data tersebut di laporkan kepada pihak yang terkait.

APLIKASI TI DALAM ASSESMEN BK


APLIKASI TI DALAM ASSESMEN BK

Menurut Azalia, dkk (2011) “Asesmen yaitu mengukur suatu proses konseling yang harus dilakukan konselor sebelum, selama, dan setelah konseling tersebut dilaksanakan atau berlangsung”. Assesmen merupakan suatu proses pengukuran atau penelitian yang diadakan pada sebelum, sedang dan sesudah proses konseling sebagai penyedia informasi yang nyata agar nkonselor dapat menganalisis permasalahan yang terjadi pada konseli. Assesmen harus ada dalam suatu layanan BK agar konselor dapat menganalisis dan mengetahui kebutuhan dan permasalahan konseli sesungguhnya. 
Assesmen berfungsi untuk merangsang konseli dan konselor agar ingin mengetahui tentang isu – isu permasalahan yang terjadi pada lingkungan, dapat memaparkan masalah yang sesungguhnya sehingga konselor dapat memberi alternatif solusi untuk permasalahan konseli, meningkatkan tingkat evaluasi terhadap proses konseling maupun pemberian layanan secara keseluruhan yang diberikan oleh konselor, dapat memudahkan identifikasi masalah dan kebutuhan konseli, dapat mengembangkan kemasan dan isi layanan BK berdasarkan kebutuhan konseli, menilai keefektifitas kegiatan konseling.
Langkah – langkah untuk melakukan assesmen, pertama konselor harus memilih aspek mana yang akan dilihat atau ditinjau lebih dalam, setelah memilih aspek yang akan di assesmen konselor memilih instrumen yang cocok dengan hal yang akan konselor ketahui, lalu rencanakan waktu yang tepat untuk melakukan assesmen, lalu dianalisis hasil yang didapatkan lalu diinterpretasikan dan diujilah hasil dari proses assesmen apakah valid atau tidak.
Ada berbagai aplikasi TI dalam proses melakukan assesmen BK, menggunakan internet juga dapat membantu proses assesmen dalam mencari informasi tentang permasalahan sesungguhnya pada pergaulan remaja di dunia maya. Internet juga dapat menjadi sumber informasi yang cepat saji untuk konseli maupun konselor. Aplikasi microsoft word dapat menjadi alat untuk membuat instrumen dalam melakukan assesmen, seperti angket, kuisioner dan lain sebagainya. Aplikasi microsoft Excel atau SPSS dan Access dapat dijadikan alat untuk mengolah dan menyimpan hasil dari proses pengambilan data assesmen. Aplikasi microsoft Powerpoint dapat menjadi alat untuk membantu konselor dalam menyajikan layanan BK agar lebih menarik.



DAFTAR PUSTAKA
Azalia, Ulva, dkk. (2011). “Aplikasi TI dalam Assesmen BK”. Makalah pada Mata Kuliah Teknologi Informasi dalam Bimbingan dan Konseling jurusan Psikologi Pendidikan dan Bimbingan UPI, Bandung.